Recent Comments

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Selasa, 09 Oktober 2012

Senin, 08 Oktober 2012

kafir

Kafir Kāfir (bahasa Arab: كافر kāfir; plural كفّار kuffār) secara harfiah berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran. Dalam terminologi kultural kata ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata syakir, yang berarti orang yang bersyukur).[1] Etimologi Kāfir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup. Pada zaman sebelum Islam, istilah tersebut digunakan untuk para petani yang sedang menanam benih di ladang, menutup/mengubur dengan tanah. Sehingga kalimat kāfir bisa dimplikasikan menjadi "seseorang yang bersembunyi atau menutup diri". Jadi menurut syariat Islam, manusia kāfir terdiri dari beberapa makna, yaitu: Orang yang tidak mau membaca syahadat. Orang Islam yang tidak mau salat. Orang Islam yang tidak mau puasa. Orang Islam yang tidak mau berzakat. Kata kāfir dalam Al-Qur'an Di dalam Al-Qur'an, kitab suci agama Islam, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa penggunaan yang berbeda: Kufur at-tauhid (Menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (Al-Baqarah ayat 6) Kufur al-ni`mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun). (Al-Baqarah ayat 152) Kufur at-tabarri (melepaskan diri) Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu (kafarna bikum)..." (Al-Mumtahanah ayat 4) Kufur al-juhud: Mengingkari sesuatu ..maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya. (Al-Baqarah ayat 89) Kufur at-taghtiyah: (menanam/mengubur sesuatu) Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar). (Al-Hadid 20)

surga

Surga Keseluruhan atau sebagian dari artikel ini membutuhkan perhatian dari ahli subyek terkait. Jika Anda adalah ahli yang dapat membantu, silakan membantu memperbaiki kualitas artikel ini. Surga (disebut juga sorga) adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya. Istilah ini berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Svarga. Dalam bahasa Jawa kata tersebut diserap menjadi Swarga. Istilah Surga dalam bahasa Arab disebut Jannah, sedangkan dalam bahasa Hokkian digunakan istilah Thian (天). Daftar isi 1 Kahyangan dalam Budaya di pulau Jawa 2 Dalam Kristen 2.1 Kerajaan Surga 2.2 Catatan Alkitab 3 Dalam Islam Kahyangan dalam Budaya di pulau Jawa Istilah Kahyangan berasal dari bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sunda yang jika dipilah menjadi ka-hyang-an, atau bermakna "tempat tinggal para Hyang atau leluhur". Sebelum masuknya agama Hindu dan Buddha, masyarakat Nusantara di pulau Jawa dan Bali, seperti masyarakat Sunda, Jawa, dan Bali sudah menganut agama pribumi berupa pemujaan terhadap arwah leluhur. Mereka menyebut leluhur mereka dengan istilah Hyang dan tempat tinggal mereka di alam gaib disebut kahyangan. Dengan masuknya agama Hindu dan Buddha, maka istilah Swarga pun dipakai berdampingan dengan istilah Kahyangan, karena Swarga juga bermakna tempat tinggal para roh yang selama hidupnya berbuat kebaikan. Dalam tradisi Jawa baru, istilah Kahyangan dipakai untuk menyebut tempat tinggal para dewa dan bidadari. Sementara istilah Swarga tetap dipakai untuk menyebut tempat tinggal para roh yang semasa hidup bertindak penuh kebajikan sesuai dengan aturan agamanya. Dalam Kristen Kerajaan Surga !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Allah Surga atau Kerajaan Surga adalah kehidupan kekal yang dijanjikan Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Istilah surga dipakai oleh penulis Alkitab menunjuk pada tempat yang kudus di mana Allah saat ini berada. Kehidupan kekal, ciptaan yang sempurna, tempat dimana Allah menghendaki untuk tinggal secara permanen dengan umat-Nya (Wahyu 21:3). Tidak akan ada lagi pemisahan antara Allah dan manusia. Orang-orang beriman sendiri akan hidup dengan kemuliaan, dibangkitkan dengan tubuh yang baru; tidak akan ada penyakit, tidak ada kematian dan tidak ada air mata. Catatan Alkitab Diciptakan oleh Allah. (Kejadian 1:1; Wahyu 10:6) Kekal dan abadi. (Mazmur 89:30; 2 Korintus 5:1) Tidak terukur. (Yeremia 31:37) Tinggi. (Mazmur 103:11; Yesaya 57:15) Kudus. (Ulangan 26:15; Mazmur 20:7; Yesaya 57:15) Tempat kediaman Allah. (1 Raja-raja 8:30; Matius 6:9) Takhta Allah. (Yesaya 66:1; Kisah 7:49) Malaikat-Malaikat diam di dalam surga. (Matius 18:10; Matius 24:36) Nama orang-orang kudus terdaftar di dalam surga. (Lukas 10:20; Ibrani 12:23) Orang-orang kudus mendapat upah di dalam surga. (Matius 5:12; 1 Petrus 1:4) Pertobatan menyebabkan sukacita di dalam surga. (Lukas 15:7) Kumpulkan harta benda di dalam surga. (Matius 6:20; Lukas 12:33) Daging dan darah tidak mendapat bagian di dalam surga. (1 Korintus 15:20) Kebahagiaan di surga dijelaskan. (Wahyu 7:16-17) Dinamai: Firdaus. (2 Korintus 12:2,4) Kerajaan Kristus dan Allah. (Efesus 5:5) Perhentian. (Ibrani 4:9) Rumah Bapa. (Yohanes 14:2) Sebuah lumbung. (Matius 3:12) Tanah air sorgawi. (Ibrani 11:16) Orang jahat tidak mendapat bagian dalam surga. (Galatia 5:21; Efesus 5:5; Wahyu 22:15) Dalam Islam Qur'an banyak bercerita tentang sebuah kehidupan setelah mati di surga untuk orang yang selalu berbuat baik. Surga itu sendiri sering di jelaskan dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'du 13:35: “ Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar-Ra'du 13:35) ” Setiap muslim percaya bahwa semua manusia dilahirkan suci. Dalam Islam pula, jika ada seorang bocah yang mati, maka secara otomatis akan pergi ke surga, tanpa memedulikan agama kedua orang tuanya. Surga tertinggi tingkatnya adalah Firdaus (فردوس) - Pardis (پردیس), dimana para nabi dan rasul, syuhada dan orang-orang saleh. Tingkatan dan nama-nama syurga ialah:[1] Jannatul Firdaus yaitu surga yang terbuat dari emas merah. Jannatul 'Adn yaitu surga yang terbuat dari intan putih. Jannatun Na'iim yaitu surga yang terbuat dari perak putih. Jannatul Khuldi yaitu surga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah dan kuning. Jannatul Ma'wa yaitu surga yang terbuat dari zabarjud hijau. Darus Salaam yaitu surga yang terbuat dari yaqut merah. Darul Jalal yaitu surga yang terbuat dari mutiara putih. Darul Qarar yaitu surga yang terbuat dari emas merah. Allah berfirman: “ “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” (QS.Al-Hijr:45-48) ” “ “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera” (QS.Al-Hajj 23) ” “ “Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (QS.Yaa-siin 55—58) ” “ “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran)” (QS.Ad- Dukhaan: 51-55)

kisah neraka jahanam

Kisah neraka jahanam jahannam Dikisahkan dalam sebuah hadist bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hitam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api. Dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kalajengking, dan dikisahkan dalam hadist tersebut bahwa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa. Dalam hadist yang sama menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik sahaja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Manusia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, “Ya Rabb kami, selamatkanlah.” Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda : “Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang artinya : “Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras.” Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan sahaja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam. Naudzubillahimindzalik. Ya Allah lindungilah kami dari adzab neraka-Mu yang sangat pedih.

dajjal

Dajal Dajal (bahasa Arab: الدّجّال al-dajjāl) adalah seorang tokoh kafir yang jahat dalam Eskatologi Islam, ia akan muncul menjelang Kiamat. Dajjal pembawa fitnah di akhir zaman, menurut Al-hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: “"Sejak Allah swt menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal"[1]. Daftar isi Etimologi Dajal adalah kata Arab yang lazim digunakan untuk istilah "nabi palsu". Namun istilah Ad-Dajjal, merujuk pada sosok "Penyamar" atau "Pembohong" yang muncul menjelang kiamat. Istilahnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal (Bahasa Arab untuk "Al Masih Palsu") adalah terjemahan dari istilah Syria Meshiha Deghala yang telah menjadi kosa kata umum dari Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum Al-Quran diturunkan. Biografi Dajal tidak disebut dalam Al Quran, tetapi terdapat dalam hadis dan Sunah yang menguraikan sifat-sifat Dajal. Berdasarkan kepercayaan yang telah umum dalam kalangan muslim, karakteristik ad-Dajjal adalah sebagai berikut: Dajal memiliki cacat fisik berupa mata kanan yang buta, dan mata kiri yang dapat melihat tetapi berwarna gelap (hitam). Dalam beberapa hadis menjelaskan ia hanya memiliki sebuah mata. Ia akan menunggangi keledai putih yang satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan. Dajal seorang pemuda posturnya gemuk, kulitnya kemerah-merahan, berambut keriting, matanya sebelah kanan buta, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak’ (tak bersinar), serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy dari Khuza’ah yang hidup di zaman Jahiliyah).[2] Dia akan menipu para umat muslim dengan mengajari mereka tentang surga, tapi ajaran tersebut adalah sebaliknya (Neraka). Huruf Arab Kaf Fa Ra (kafir, bermakna kufur) akan muncul pada dahinya dan akan mudah dilihat oleh orang muslim yang bisa membaca maupun yang buta huruf. Dia dapat melihat dan mendengar di banyak tempat pada waktu bersamaan. Dia mempunyai keahlian untuk menipu manusia. Dia akan coba meletakkan manusia pada tingkatan Tuhan. Dia akan menyatakan dirinya adalah Tuhan dan akan menipu manusia dalam berpikir. Ia mengatakan bahwa ia telah bangun dari kematian. Salah satu orang penting akan ia bunuh dan kemudian ia akan menghidupkannya. Sesudah itu Allah akan menghidupkan apa yang ia bunuh tersebut, setelah itu ia tidak memiliki kekuatan ini lagi. Berdasarkan sumber lain tentang akhirat yang ditulis Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajjal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mengatakan bahwa Dajjal adalah Dajjal. Kemudian ia akan bertanya, "Apakah kamu percaya bahwa aku adalah Tuhan jika aku membunuhmu dan kemudian menghidupkan kamu?" Lalu Dajjal membunuh lelaki beriman tersebut, setelah itu menghidupkannya kembali, namun lelaki itu akan berkata bahwa dia semakin tidak percaya bahwa Dajjal adalah Tuhan. Siapa saja yang menolak dan tidak percaya dengannya, mereka akan menderita kemarau dan kelaparan. Siapa saja yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang. Sebagian besar ajaran Islam mempercayai bahwa ia muncul di Kota Isfahan Dia tidak bisa memasuki Makkah atau Madinah karena dijaga para malaikat. Imam Mahdi akan melawannya atas nama Islam. Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa dekat pintu gerbang Lud yang merupakan wilayah Israel saat ini. Dajjal membawa air dan api Bedasarkan sebuah hadis yang menceritakan tentang Dajjal. Hadis tersebut menceritakan suatu hari pada musim kemarau, Dajjal akan bertanya, "Apakah kamu menginginkan api atau air?" Jika menjawab air, itu bermakna api yang diberikannya, Jika jawabannya api, ia akan memberi air. Kamu akan diberikan air jika kamu mengakui Dajjal adalah Tuhan dan bila kamu murtad dari agama Allah. Apabila kamu lebih memilih api tetapi tetap berada di jalan Allah, maka kamu akan dibunuhnya. Dajjal membawa api dan air; Rasulullah Muhammad SAW. bersabda: "Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar dengan membawa air dan api, maka apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya itu adalah api yang membakar. Sedang apa yang dilihat oleh manusia sebagai api, maka itu sebenarnya adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menjumpainya, hendaklah menjatuhkan dirinya ke dalam apa yang dilihatnya sebagai api, karena ia sesungguhnya adalah air tawar yang nyaman." [3] Dajjal membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka; Dari Abu Hurairah berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Sukakah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya." Dajjal membawa sungai air dan sungai api; Dari Abu Hudzaifah berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku lebih tahu dari Dajjal itu sendiri tentang apa padanya. Dia mempunyai dua sungai mengalir. Yang satu menurut pandangan mata adalah air yang putih bersih. Yang satu lagi menurut mata adalah api yang bergelojak. Sebab itu, kalau seorang mendapatinya hendaklah mendekati sungai yang kelihatan api. Hendaklah dipejamkan matanya, kemudian ditekurkan kepalanya, lalu diminumnya air sungai itu kerana itu adalah air sungai yang sejuk. Sesungguhnya Dajjal itu buta matanya sebelah ditutupi oleh daging yang tebal, tertulis antara dua matanya (di keningnya) perkataan kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman yang pandai baca atau tidak.[4] Perlindungan dari Dajal Nabi Muhammad SAW mengingatkan para pengikutnya untuk membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajjal, dan kalau bisa berlindung di kota Madinah dan Mekkah, karena Dajjal tidak akan pernah bisa masuk kota tersebut yang dijaga oleh para malaikat. Rasulullah juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, "Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari bencana Dajjal." Dia juga menyatakan tidak ada musibah yang lebih hebat daripada bencana yang ditimbulkan Dajjal sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kebangkitan.

malaikat

Malaikat Sebahagian dari siri berkaitan Allah-eser-green.png Islam Rukun Iman Allah • Kitab • Malaikat • Nabi Hari Akhirat • Qada dan Qadar Rukun Islam Syahadah • Solat • Puasa Zakat • Haji Kota Suci Makkah • Madinah Baitulmuqaddis Hari Raya Aidilfitri • Aidiladha Hukum Al-Quran • Sunnah • Hadis Sejarah Garis Masa Sejarah Islam Khulafa al-Rasyidin Khalifah • Khilafah Tokoh Islam Nabi Muhammad s.a.w Ahlul Bait • Sahabat Nabi Mazhab Ahli Sunah Waljamaah Hanafi • Syafie Maliki • Hanbali Budaya Dan Masyarakat Akademik • Haiwan • Seni Takwim • Kanak-kanak Demografi • Perayaan Masjid • Dakwah • Falsafah Sains • Wanita • Politik Lihat juga Kritikan • Islamofobia Glosari Portal Islam p • b • s Sebahagian siri Islam Allah-eser-green.png Rukun Iman Malaikat Malaikat Jibrail (ملائكة ﺟﺒﺮﺍﺀﻳﻞ) Malaikat Mikail (ملائكة ميكائيل) Malaikat Israfil (ملائكة إسرافيل Malaikat Izrail (ملائكة عزرائيل) Malaikat Ridhwan(ملائكة رضوان) Malaikat Malik (ملائكة مالك) Malaikat Munkar (ملائكة منكر) Malaikat Nakir (ملائكة نكير) Malaikat Raqib (ملائكة رقيب) Malaikat Atid (ملائكة عتيد) Portal Islam p • b • s Kata malaikat merupakan jamak dari kata Arab malak (ملاك) yang bererti kekuatan. Jadi malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Malaikat dalam Islam, merupakan hamba dan ciptaan Allah yang dijadikan daripada cahaya lagi mulia dan terpelihara daripada maksiat. Mereka tidak berjantina, tidak bersuami atau isteri, tidak beribu atau berbapa dan tidak beranak. Mereka tidak tidur dan tidak makan serta tidak minum. Mereka mampu menjelma kepada rupa yang dikehendaki dengan izin Allah. Sebagai contoh malaikat datang kepada kaum Lut menyerupai lelaki yang kacak (Surah Hud 11, ayat 78). Malaikat dikatakan mempunyai sayap dan mampu terbang dengan laju (sesuai dengan dengan cahaya yang bergerak laju). Muslim wajib beriman kepada malaikat dengan tafsil (تفصيل) dan ijmal (إجمال). Isi kandungan 1 Beriman dengan tafsil 1.1 Malaikat wajib 2 Beriman dengan ajmali 3 Sejarah Malaikat 4 Lihat juga 5 Rujukan Beriman dengan tafsil Beriman dengan tafsil adalah beriman akan setiap satu daripada mereka secara berasingan dan bukan mempercayai mereka itu sebagai satu (contoh: satu kumpulan) dan percaya yang tiap satunya adalah malaikat. Berikut adalah sepuluh malaikat yang wajib diketahui secara tafsil. Malaikat wajib Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman adalah :- Nama Arab Tugas Jibrail جبرائيل/جبريل Menyampaikan wahyu Allah. Mikail ميكائيل Menyampaikan/membawa rezeki yang ditentukan Allah. Israfil إسرافيل Meniup sangkakala apabila diperintahkan Allah di hari Akhirat[1] Izrail عزرائيل Mencabut nyawa. Munkar منكر Menyoal mayat di dalam kubur.[2] Nakir نكير Menyoal mayat di dalam kubur.[3] Ridhwan رضوان Menjaga pintu syurga dan menyambut ahli syurga. Malik مالك Menjaga pintu neraka dan menyambut ahli neraka. Raqib رقيب Mencatat segala amalan baik manusia. Atid عتيد Mencatat segala perlakuan buruk manusia. Dari nama-nama malaikat di atas lebih tiga yang disebut dalam Al Qur'an, yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah : 97,98 dan QS 66 At Tahrim : 4), Mikail (QS 2 Al Baqarah : 98) dan Malik (QS Al Hujurat). roqb dan atid, ma yalfizu min qoulin illa ladaihi roqib wa atid. (lihat alquran ) Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits. Nama Malaikat Maut, Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran mahupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur'an dia hanya disebut Malaikat Maut. Walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an, malaikat Jibril juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruhul Qudus, Ruhul Amin dan lain lain. Selain dari sepuluh malaikat ini terdapat beberapa malaikat yang tidak diketahui berapa banyak bilangannya melainkan Allah s.w.t.Salah satu daripada mereka diberi nama Zabaniyah yang merupakan malaikat Allah s.w.t yang ditugaskan untuk membawa ahli neraka ke neraka dan menyeksa mereka serta menyeksa dan menangkap Iblis ketika ketibaan sakaratulmaut Iblis,umumnya malaikat Zabaniyah diberikan tugas untuk melakukan azab-azab tertentu dengan perintah Allah s.w.t.Malaikat-malaikat juga diturunkan Allah s.w.t ketika umat Islam berperang membantu tentera Islam sehingga tentera kafir gentar melihat bilangan tentera Islam yang banyak. Beriman dengan ajmali Beriman kepada malaikat yang ajmal ialah percaya akan wujudnya malaikat yang lain selain daripada sepuluh malaikat yang wajib diketahui tersebut dan wujudnya beberapa malaikat lain yang tidak diketahui berapa bilangannya melainkan Allah. Antara malaikat yang wajib diketahui secara ajmal ialah malaikat pemegang atau yang menanggung Arasy iaitu empat malaikat dan pada hari akhirat akan ditambah sebanyak empat lagi menjadikannya lapan malaikat penanggung arasy. Juga diketahui akan wujudnya malaikat penjaga manusia atau Hafzah.Ia juga sering digelar Qarin. Qarin turut wujud dalam bentuk syaitan. Berikut merupakan malaikat lain selain daripada 10 yang wajib diketahui ialah: Malaikat Zabaniyah - malaikat penyeksa didalam neraka yang banyak bilangannya sehingga ada riwayat menyebut bilangan mereka sehingga 70,000. Hamalatul Arsy - empat malaikat penanggung Arasy Allah (pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi lapan) Malaikat Rahmat (kitab Daqoiqul Akhbar) Malaikat Kiraman Katibin - pencatat amal baik dan buruk Malaikat Harut dan Marut Dalam Islam, Iman kepada malaikat adalah salah satu Rukun Iman. Beriman kepada malaikat adalah percaya dan membenarkan dengan hati bahawa malaikat Allah SWT benar-benar wujud. Malaikat bersifat ghaib, tidak dapat dilihat oleh mata kasar, tetapi dapat diketahui dan difahami secara majaz(metafora), seperti adanya wahyu yang diterima oleh para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul menerima wahyu melalui perantara malaikat Allah SWT. Iman kepada malaikat merupakan Rukun Iman yang ke-2. Rukun Iman yang 6 merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan, juga tidak dapat dipilih-pilih. Sehingga tidak disebut orang beriman jika tidak meyakini salah satu dari Rukum Iman tsb. Dalam H.R. Muslim, Rasulullah bersabda: Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhirat, serta engkau beriman kepada takdir baik mahupun buruk. (Hadis Riwayat Muslim) Sejarah Malaikat Malaikat telah lama wujud atau diciptakan sebelum kewujudan Adam sebagai manusia pertama. Malah, malaikat juga yang dipertanggungjawabkan oleh Allah untuk mengambil tanah di bumi untuk dijadikan acuan kepada penciptaan Adam.Malaikat pertama yang diutuskan Allah s.w.t untuk mengambil tanah adalah Jibril kemudian Mikail namun kedua-duanya gagal dan pulang ke hadrat Allah s.w.t kerana tanah menangis memohon agar tidak mengambil mereka sebaliknya mengambil bahan-bahan lain untuk dijadikan manusia.Kemudian Allah s.w.t mengutus Izrail,dengan taat dan tanpa menghiraukan tangisan tanah,maka Izrail merentap mereka dan membawanya kepada Allah s.w.t.Sempena peristiwa ini Allah s.w.t telah melantik Izrail sebagai malaikat pencabut nyawa-"Malaikatul Maut".Tugas ini ditolak Izrail kerana sekiranya manusia akan mengutuk serta membencinya namun Allah s.w.t memberi jaminan kepada Izrail dengan menjadikan setiap maut pasti ada penyebabnya agar Izrail tidak dipersalahkan. Sebelum Iblis direjam dan dilaknat oleh Allah s.w.t,Iblis merupakan ketua yang memimpin para malaikat di syurga.Terdapat juga malaikat seperti Harut dan Marut yang telah sesat akibat mempelajari dan mengamalkan sihir. Walau bagaimanapun mereka telah diberi keampunan oleh Allah s.w.t.

bukti kebesarn allah

Bukti Kebesaran Allah Anda mungkin pernah melihat foto pohon yang sedang ruku’ ini. Diberitakan di hutan dekat Sydney ada sebuh pohon yang menyerupai orang yang sedang ruku’, dan ajaibnya posisi ruku’ pohon tersebut menghadap kiblat. Mmm, ketika melihat pertama kali, saya kagum juga, apalagi dengan komentar-komentar di website yang mengiringi tampilan foto mengenai fenomena ini. Tapi, beberapa sesaat kemudian saya berfikir, apakah cukup cerdas bagi seorang muslim, ketika mendapati hal-hal semacam ini kemudian dengan serta merta meyakini bahwa ini adalah sebagai bukti kebesaran Allah. Ada banyak sekali foto-foto dari seluruh dunia yang diklaim sebagai bukti kebenaran Islam. Beberapa contoh misalnya, pohon bertuliskan syahadat di Jerman, tulisan Allah atau Muhammad di awan, di semangka, di sarang lebah, di ikan dll. Atau yang baru-baru ini di ledakan pipa gas di Lapindo. coba lihat ini http://www.al-imam.net/miraclesislam.htm http://hajiumroh.com/galeri_foto.php?klasifikasi=5 http://religiusta.multiply.com/photos/album/19/Kebesaran_Allah_Dimana-mana Dari sudut pandang rasional, paling tidak ini bisa dilihat dari dua sisi. Adanya “pola” dalam fenomena di alam menurut saya adalah hal yang lumrah. Misalnya tulisan Allah di awan, laut atau api Lapindo tadi. Bagaimana mungkin satu jepretan foto yang kebetulan memiliki pola yang mirip tulisan Allah kemudian dengan serta merta diklaim sebagai “bukti kebesaran”. Sekiranya api lapindo tadi berkobar dalam 6 jam saja misalnya, dan andaikan setiap 5 detik diambil foto-nya, ada berapa kemungkinan pola api itu bisa kita dapatkan dan dari foto-foto itu ada berapa kemudian gambar yang dikait-kaitkan dengan pola tulisan Allah, misalnya (bayangkan dengan kemungkinan “pola” yang nampak di awan atau air laut). Belum lagi berapa kemungkinan jumlah angle yang dapat dipakai untuk memotret. Dan bagaimana jika di antara gambar jepretan itu ternyata ada gambar yang mirip dengan tulisan atau bentuk yang dikaitkan dengan kepercayaan Hindu, atau dewa-dewanya suku terasing di Afrika, atau kepercayaan lain misalnya, apakah itu juga tidak dipakai mereka untuk mengklaim kebenaran versi mereka? (just think about it) Sisi kedua bukan dari obyek yang diperdebatkan ini, tapi sisi kesahihan informasi itu sendiri. Keberadaan teknologi memungkinkan banyak informasi tersebar luas dengan keautentikan yang dipertanyakan (baca posting saya tentang hoax fosil binatang super raksasa di Iran). Siapa yang dapat menjamin keberadaan pohon ruku’ ini ada di wilayah mana pastinya (kalo perlu cari kordinatnya sehinggal bisa dilacak pake Google Earth sehingga kita yakin bahwa pohon ini memang ada), atau apakah penemuan kerangka raksasa di Arab Saudi yang kemudian diasosiasikan sebagai Kaum ‘Ad sebagai benar-benar penemuan atau semata-mata hoax? Lebih parah lagi, berita-berita yang tidak jelas ini kadang diblow-up juga di media sehingga ketika informasi ini ditelan oleh banyak orang sehingga orang semakin mudah tersihir (jadi ingat kisah ketika Nasrudin iseng menyebar berita palsu tentang harta karun. Lain kali deh saya ceritakan). Saya meyakini ada banyak hal yang merupakan bukti kebesaran Allah yang kadang mungkin tidak masuk logika berfikir kita(saya terkadang merasa mengalami itu). Beberapa berasal dari teks Quran dan berasal dari masal lampau (misalnya Kelahiran Isa tanpa ayah dari Maryam yang suci) atau mungkin juga terjadi pada masa-masa sekarang ini. Ada banyak hal yang diluar nalar manusia dan mungkin saja di antara gambar-gambar itu memang benar-benar sebagai bukti kebesaran Allah (hanya Allah yang Maha Tahu). Tapi dengan serta-merta mengklaim hal-hal yang “lumrah” atau tidak jelas keautentikannya hanya akan mempermalukan umat Islam di publik dunia. Saya lebih senang kalau kita dapat menggali hal-hal merangsang daya nalar, misalnya wawasan bagaimana menafsiran istilah “At-Thariq” (Surat Ath-Thariq) yang ditafsirkan sebagai komet (baca disini) atau hal lain yang mencerminkan kecerdasan berfikir dan bukan semata karena doktrin sehingga dapat benar-benar menjadi bukti nyata dan tak terbantahkan akan adanya kebesaran Allah. Saya juga baru percaya dan hirau dengan berita-berita autentik semisal mumi Firaun yang tenggelam di Laut Merah yang memang faktanya sekarang ini ada dan itu secara jelas dinyatakan dalam Al Quran (QS Yunus: 10). Saya khawatirnya ketika kita hanya tersepona (maksudnya terpesona, hehehe) hal-hal yang belum jelas kebenarannya dan keautentikannya ini menjadi umat yang tidak akan pernah maju dan malah menjadi bawan tertawaan dan cemoohan (coba lihat salah satunya di tulisan ini, namun saya mengingatkan untuk siap-siap extra bersabar dan banyak beristighfar sebelum membukan dan membacanya). Baca juga posting berikut: http://rosyidi.com/foto-tengkorak-raksasa-palsu/ http://aricloud.wordpress.com/2007/05/30/gambar-hoax-menyesatkan/ http://www.randi.org/jr/052104uk.html Subhanallah (Maha Suci Allah dari orang-orang yang mendustakan) Maha Besar Allah, walau tak seorangpun tak mengakui-Nya, tak akan berkurang seculipun kebesaran-Nya Allahu Akbar wallahu A’lam Bis Shawab

al.quran

Setelah kita mengetahui betapa tinggi perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan dan betapa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk belajar dan terus belajar, maka Islampun telah mengatur dan menggariskan kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat, dengan memberikan bingkai sumber pengetahuan berdasarkan urutan kebenarannya sebagai berikut. 1. Al-Qur’an dan Sunnah: Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan keduanya adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya, sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest apapun, karena ia diturunkan dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Adil. Sehingga tentang kewajiban mengambil ilmu dari keduanya, disampaikan Allah SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayat-Nya (QS 12/1-3) dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal (QS 33/21). 2. Alam semesta: Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta (QS 3/190-192) dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya, diantara ayat2 yang telah dibuktikan oleh pengetahuan modern seperti[1] : · Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula (QS 41/11). · Ayat tentang urutan penciptaan (QS 79/28-30): Kegelapan (nebula dari kumpulan H dan He yang bergerak pelan), adanya sumber cahaya akibat medan magnetik yang menghasilkan panas radiasi termonuklir (bintang dan matahari) → pembakaran atom H menjadi He lalu menjadi C lalu menjadi O baru terbentuknya benda padat dan logam seperti planet (bumi) panas turun menimbulkan kondensasi baru membentuk air baru mengakibatkan adanya kehidupan (tumbuhan). · Ayat bahwa bintang2 merupakan sumber panas yang tinggi (QS 86/3), matahari sebagai contoh tingkat panasnya mencapai 6000 derajat C. · Ayat tentang teori ekspansi kosmos (QS 51/47). · Ayat bahwa planet berada pada sistem tata surya terdekat (sama ad-dunya) (QS 37/6). · Ayat yang membedakan antara planet sebagai pemantul cahaya (nur/kaukab) dengan matahari sebagai sumber cahaya (siraj) (QS 71/16). · Ayat tentang gaya tarik antar planet (QS 55/7). · Ayat tentang revolusi bumi mengedari matahari (QS 27/88). · Ayat bahwa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda2 (QS 55/5) dan garis edar sendiri2 yang tetap (QS 36/40). · Ayat bahwa bumi ini bulat (kawwara-yukawwiru) dan melakukan rotasi (QS 39/5). · Ayat tentang tekanan udara rendah di angkasa (QS 6/125). · Ayat tentang akan sampainya manusia (astronaut) ke ruang angkasa (in bedakan dengan lau) dengan ilmu pengetahuan (sulthan) (QS 55/33). · Ayat tentang jenis-jenis awan, proses penciptaan hujan es dan salju (QS 24/43). · Ayat tentang bahwa awal kehidupan dari air (QS 21/30). · Ayat bahwa angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen) tumbuhan (QS 15/22). · Ayat bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamine) dan bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan (QS 13/3). · Ayat tentang proses terjadinya air susu yang bermula dari makanan (farts) lalu diserap oleh darah (dam) lalu ke kelenjar air susu (QS 16/66), perlu dicatat bahwa peredaran darah baru ditemukan oleh Harvey 10 abad setelah wafatnya nabi Muhammad SAW. · Ayat tentang penciptaan manusia dari air mani yang merupakan campuran (QS 76/2), mani merupakan campuran dari 4 kelenjar, testicules (membuat spermatozoid), vesicules seminates (membuat cairan yang bersama mani), prostrate (pemberi warna dan bau), Cooper & Mary (pemberi cairan yang melekat dan lendir). · Ayat bahwa zyangote dikokohkan tempatnya dalam rahim (QS 22/5), dengan tumbuhnya villis yang seperti akar yang menempel dpada rahim. · Ayat tentang proses penciptaan manusia melalui mani (nuthfah) zygote yang melekat (‘alaqah) segumpal daging/embryo (mudhghah) dibungkus oleh tulang dalam misenhyme (‘izhama) tulang tersebut dibalut oleh otot dan daging (lahma) (QS 23/14). 3. Diri manusia: Allah SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan tentang proses penciptaannya, baik secara fisiologis/fisik (QS 86/5) maupun psikologis/jiwa manusia tersebut (QS 91/7-10). 4. Sejarah: Allah SWT memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu-Nya melalui lembar sejarah (QS 12/111). Jika manusia masih ragu akan kebenaran wahyu-Nya dan akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh, Hud, Shalih, Fir’aun, dan sebagainya, yang kesemuanya keberadaannya dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini.

Sabtu, 08 September 2012

welcome to my blog welcome to my blog

iqbal itu anak baik, amin
xbalzt xbalzt itu anak baik, ok 

 saya hanyalah seorang anak yang mengingin kan bagai mana sih cara nya jadi jago d internet
 

Minggu, 12 Agustus 2012

A.      ILMU TAUHID
Adalah aqidah. Aqidah berarti keyakinan. Keyakinan bahwa Allah itu Maha Esa. Aqoid juga berarti sebuah ikatan yang kuat antara manusia sebagai makhluk dengan Allah sebagai Khaliq. Ikatan yang kuat antara sesama manusia dalam satu keyakinan. Satu tauhid dan tauhid yang satu.
Tujuan ilmu tauhid adalah mengesakan Allah, ilmu kalam juga dinamakan dengan ilmu tauhid, karena secara pokok sama-sama menetapkan keesaan Allah dalam zat dan perbuatan-Nya dalam menjadikan alam semesta hanya Allah lah menjadi tempat tujuan terakhir alam ini.
B.      ILMU KALAM
Secara hafiah kalam berarti perkataan. Sedangkan ilmu kalam sendiri dapat dipahamu sebagai satu kajian ilmiah yang berupaya untuk memahami keyakinan-keyakinan keagamaan dengan didasarkan pada argumentasi yang kokoh. Al-iji pernah mengidentifikasi beberapa sebab yang mungkin menjadi alasan penamaan disiplin keilmuan ini dengan istilah ilmu kalam, yaitu : (1) ilmu kalam sebagai oposisi bagi logika di kalangan filsuf; (2) diambil dari judul bab-bab dalam buku dengan pembahasan terkait yang umumnya diawali dengan perkataan “al-kalam fi…” (atau : pembahasan tentang …); dan (3)dinisbatkan kepada para isu paling populer dalam perdebatan kaum mutakallim (ahli kalam), yaitu tentang kalam Allah. Menurut al-Farabi, ilmu ini dapat berguna untuk mempertahankan atau menguatkan penjelasan tentang akidah dan pemahaman keagamaan islam dari serangan lawan-lawannya melalui penalaran rasional. Tetapi patut dicatat bahwa ilmu kalam yang berkembang dalam Islam ini, sekalipun dalam pembahasannya banyak mempergunakan argumen-argumen rasional, umumnya tetap tunduk kepada wahyu. Perbedaan yang kerap muncul hanya terletak pada tingkat pengakuan fungsi akal untuk memahami wahyu serta tingkat iberalisasi interpretasi dari skripturalisas (kehafiahan) pembacaan atas teks. Pada fokus ini ilmu kalam dapat dibedakan dari filsafat maupun fikih. Ilmu kalam merupakan ilmu yang membahas segala sesuatu yang erhubungan dengan uluhiah, termasuk kalmullah.
C.      ILMU USHULUDDIN
“Ushul” : pokok, fondmen, prinsip, aqidah, peraturan.
“Aiddiin” : agama
Ushuluddin adalah pokok-pokok atau dasar-dasar agama.
Ilmu tauhid dapat pula dikatakan ilmu ushuluddin karena menguraikan pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam.
D.      ILMU AQOID
1.         Bahasa : aqo’id adalah bentuk jamak dari aqidah yang bermakna pengikat yang kuat bersumber dari kata aqada, ya qidu dan aqdan.
2.         Istilah :
a.       Aqaid adalah perkara-perkara yang hati anda membernarkannya.
b.      Jiwa anda tentram karenanya
c.       Ia menjadikan rasa yakin pada diri anda tanpa tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.
Ilmu kalam juga disebut ilmu aqoid (ilmu ushuluddin) hal ini dapat dimengerti karena persoalan kepercayaan menjadi pokok ajaran agama itulah yang menjadi pokok pembicaraannya.
E.       ILMU TEOLOGI ISLAM
Teologi sama saja dengan ‘Iim al-kalam (secara harfiah ilmu perdebatan) menunjukan suatu disiplin pemikiran islam secara umum disebut sebagai teologi atau (bahkan kurang akurat) sebagai teologi skolastik. The discipline, which evolved frm the political and religious controversies that engulfed the Muslim community in its formative year, deals with interpretations of religious doctrine and the deference of these interpretation by means of discursive argument. Disiplim, berkembang dari kontroversi politik dan agama yang menelan komunitas Muslim dari formatif tahun, berhubungan dengan interpretasi ajaran agama dan pertahanan penafsiran ini dengan cara diskursif argumen.
Dalam arti umum teologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kenyataan-kenyataan dan gejala-gejala agama yang juga membicarakan tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, baik jalan penyelidikan atau pemikiran murni, atau dengan jalan wahyu.

Sabtu, 11 Agustus 2012

rukun iman

MenjawabPeace & BerkahPertanyaan adalah apa adalah "Rukun Iman"?Rukun; [Sin. Rukn atau Rukun (Pilar), Pl. Arkan (Pilar)] berarti, umumnya sebagai, pilar A, bagian penting (atau bagian), dasar-dasar iman, prinsip dasar, arti lain yang digunakan adalah, dukungan, kaki ayat, ajaran, perintah, injuction, aturan tindakan, maksim.Iman; umumnya berarti Kepercayaan, iman, makna lain yang digunakan adalah, keyakinan, kepercayaan, kepercayaan, hati nurani, keyakinan.Oleh karena itu harfiah "Rukun Iman" berarti "Rukun iman", istilah lain yang hampir sama digunakan populer sebagai "Rukun Islam" yang berarti "Rukun Islam" juga populer sebagai "Lima Pilar dalam Islam" dapat dilihat di ensiklopedia apapun.Rukun Iman - "The Pillars Of Iman dalam Islam"Pilar iman Iman dalam Islam dibedakan dari pilar-pilar agama karena mereka fokus pada sistem kepercayaan bukan hanya ibadah ritual. Mereka juga dipengaruhi oleh hukum Islam tapi dipandu kebanyakan oleh kebenaran agak esoterik Islam. Tentu saja seseorang tidak dapat memiliki iman yang sempurna tanpa tunduk kepada hukum. The "Pilar" atau kebenaran yang di atasnya agama Islam didasarkan adalah:

    
Untuk percaya kepada Allah (SWT) (Tuhan) dalam Eksistensi-Nya, hak-Nya untuk disembah, Keesaan-Nya, Atribut-Nya, dan hak-Nya untuk mengatur
    
Untuk percaya pada malaikat Allah
    
Untuk percaya pada Al Qur'an dan kitab suci lainnya, (Taurat, Injil Yesus, Mazmur Daud)
    
Percaya kepada Rasul Allah, di antaranya Adam adalah pertama dan Nabi Muhammad (saw) adalah yang terakhir
    
Mempercayai Kebangkitan dan Hari Kiamat
    
Mempercayai Ilahi Preordainment

Banyak sarjana telah menulis berbagai penjelasan dari pilar. Ini daftar Pilar Iman diterima sebagai dasar keyakinan dalam Islam oleh setiap sekte dan aliran pemikiran. Banyak sarjana telah menulis berbagai penjelasan dari pilar. Ini daftar Pilar Iman diterima sebagai dasar keyakinan dalam Islam oleh setiap sekte dan aliran pemikiran.

rukun islam

Allah swt menyuruh manusia mentaati suruhanNya yang dikenali sebagai Rukun Islam yang terdiri daripada lima perkara iaitu:-
  1. Mengucap dua kalimah syahadah
  2. Menunaikan solat fardu lima waktu
  3. Berpuasa pada bulan Ramadan
  4. Membayar zakat - Zakat fitrah, Zakat harta
  5. Mengerjakan Haji di Mekah bagi mereka yang mampu

    Rukun Islam

    Amalan Kalimah Syahadah

    Rencana utama: Syahadah
    Perintah pertama Allah swt untuk manusia ialah Mengucapkan 2 kalimah syahadah iaitu 'Saya Bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw Pesuruh Allah'. Setelah manusia mengaku Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad saw adalah pesuruhNya, dia telah melakukan kebaikan terbesar disisi Allah swt. Setelah ini Allah swt menyuruh kita untuk menunaikan Hak Kalimah seperti yang diamalkan Nabi saw iaitu mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kemungkaran terbesar ialah manusia tidak mengaku Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad saw adalah pesuruhNya perlu dicegah dengan menyampaikan/mendakwahkan Kalimah Syahadah Kepada yang belum mengucapkan Kalimah(belum Islam)untuk mengucapkan Kalimah Mulia ini. Kemungkaran terbesar dibuat olah orang Islam ialah tidak menunaikan Hak Kalimah (tidak mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) dan kedua tidak menjaga Solat, ketiga tidak berpuasa, keempat tidak membayar zakat, kelima tidak menunaikan Haji perlu dicegah dengan mengajak mereka mengamalkannya.
    Menunaikan Hak Kalimah ini merupakan amalan disebut di dalam Quran sebagai amar makruf nahi Munkar, Allah swt memberi contoh melalui kisah-kisah Nabi sebelum ini bagaimana mereka mereka mencegah mungkar manusia.
    Hukum menunaikan Hak Kalimah ini adalah Fardhu Ain kepada semua orang Islam untuk mengajak kepada kebaikan(perintah Allah) dan mencegah kemungkaran setiap hari dan Fardhu Kifayah secara berjemaah bermula di setiap Masjid. Setiap masjid perlu ada sebahagian yang mengajak kepada kebiakan dan mencegah kemungkaran[perlu rujukan]
    Kalimah Syahadah



    Tiada Tuhan Melainkan Allah;
    Muhammad Itu Pesuruh Allah.


    "Allah menerangkan (kepada sekalian makhlukNya dengan dalil-dalil dan bukti), bahawasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) dengan keadilan dan malaikat-malaikat serta orang-orang yang berilmu (mengakui dan menegaskan juga yang demikian); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana." (Surah Ali ‘Imran : 18)[1]

    Solat

    Rencana utama: Solat
    Solat adalah ibadat fardu yang wajib dilakukan oleh orang Islam lima kali sehari. Solat lima waktu ini dikenali sebagai solat Fardu atau solat yang wajib dilakukan.
    " Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan solat, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk dan semasa kamu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa tenteram (berada dalam keadaan aman) maka dirikanlah solat itu (dengan sempurna sebagaimana biasa). Sesungguhnya solat itu adalah satu ketetapan yang diwajibkan atas orang-orang yang beriman, yang tertentu waktunya. " - (Surah An-Nisaa’: 103)[2]
    Waktu Solat telah ditentukan masanya
  6. Solat Subuh (Sekurang-kurangnya sejam setengah sebelum matahari terbit)
  7. Solat Zohor (Baru sahaja selepas tengah hari)
  8. Solat Asar (Waktu petang)
  9. Solat Maghrib (Baru sahaja selepas matahari terbenam)
  10. Solat Isyak (Sekurang-kurangnya sejam setengah selepas matahari terbenam)
Sebelum solat dapat dilakukan, seorang harus membersihkan diri daripada hadas besar dan hadas kecil. Pembersihan hadas kecil dikenali sebagai Wudhu. Manakala pembersihan hadas besar pula adalah Mandi wajib (ghusl).
Solat harus dilakukan dalam bahasa Arab, yakni bahasa Al-Quran. Ketika solat, orang Muslim hendaklah berdiri tegak (bagi siapa yang mampu), rukuk, sujud sambil menghadap ke arah Kiblat yakni menghadap Kaabah di Makkah. Ianya berakhir dengan memandang ke kanan dan kemudian ke kiri, menyebut "Assalamu 'alaikum" bermaksud salam sejahtera bagimu.

Puasa

Rencana utama: Ibadat puasa
" Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. " - (Surah Al-Baqarah: 183)[3]
" (Puasa yang diwajibkan itu ialah) beberapa hari yang tertentu; maka sesiapa di antara kamu yang sakit atau dalam musafir, (bolehlah dia berbuka), kemudian wajiblah dia berpuasa sebanyak (hari yang dibuka) itu pada hari-hari yang lain; dan wajib atas orang-orang yang tidak terdaya berpuasa (kerana tua dan sebagainya) membayar fidyah iaitu memberi makan orang miskin. Maka sesiapa yang dengan sukarela memberikan (bayaran fidyah) lebih dari yang ditentukan itu, maka itu adalah suatu kebaikan baginya dan (walaupun demikian) berpuasa itu lebih baik bagi kamu (daripada memberi fidyah), kalau kamu mengetahui. " - (Surah Al-Baqarah: 184)[4]
" (Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah dia berpuasa bulan itu dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah dia berbuka, kemudian wajiblah dia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan dan Dia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan) dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya dan supaya kamu bersyukur. " - (Surah Al-Baqarah: 185)[5]

Zakat

Rencana utama: Zakat
Zakat dari segi syarak adalah mengeluarkan sebahagian daripada harta yang tertentu kepada golongan tertentu apabila cukup syarat-syaratnya.
" Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhid dan supaya mereka mendirikan solat serta memberi zakat dan yang demikian itulah agama yang benar." (Surah Al-Baiyinah : 5)[6]
" Ambillah (sebahagian) dari harta mereka menjadi sedekah (zakat), supaya dengannya engkau membersihkan mereka (dari dosa) dan mensucikan mereka (dari akhlak yang buruk) dan doakanlah untuk mereka, kerana sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka dan (ingatlah) Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. " (Surah At-Taubah : 103)[7]
" Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, dan orang-orang miskin dan amil-amil yang mengurusnya dan orang-orang mualaf yang dijinakkan hatinya dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, dan orang-orang yang berhutang dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah, dan orang-orang musafir (yang keputusan) dalam perjalanan. (Ketetapan hukum yang demikian itu ialah) sebagai satu ketetapan (yang datangnya) dari Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. " (Surah At-Taubah : 60)[8]

Menunaikan haji

Rencana utama: Haji
Semua orang Islam yang mampu wajib mengerjakan haji, tidak berkira asal-usul mereka. Umat Islam harus mengerjakan rukun ini sekurang-kurangnya sekali dalam hidup mereka.
" Di situ ada tanda-tanda keterangan yang nyata (yang menunjukkan kemuliaannya; di antaranya ialah) Makam Nabi Ibrahim dan sesiapa yang masuk ke dalamnya aman tenteramlah dia dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadat Haji dengan mengunjungi Baitullah iaitu sesiapa yang mampu sampai kepadanya dan sesiapa yang kufur (ingkarkan kewajipan ibadat Haji itu), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajatkan sesuatu pun) dari sekalian makhluk. " (Surah Ali ‘Imran : 97)[9]
Semasa haji para Muslim mengingati peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam. Penyelidik Muslim dan Barat mendapati cara penunaian haji ini berasal dari cara Nabi Muhammad s.a.w. melakukakannya
Semasa haji, umat Muslim tiba di Pelabuhan Jeddah, dan berjalan ke Makkah. Berdekatan dengan Makkah, umat Muslim menukar ke pakaian putih yang dipanggil Ihram. Kaya atau miskin, hitam atau putih, semuanya berdiri sama rata.

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: Support@templateism.com

Our Team Memebers